Rabu, 19 September 2018

Harapan pada Kelas Minat Menulis Ibu Profesional Depok


Apa yang dikhawatirkan dari seorang manusia yang telah terbiasa bergerak di ruang publik, kemudian memutuskan untuk membatasi geraknya di luar sana dikarenakan ada amanah lain yang jauh lebih besar untuk dipertanggungjawabkan di dalam rumah? Rasa berdaya. Perasaan ketidakberdayaan karena merasa tidak berbuat apa-apa bagi masyarakat perlahan tapi pasti dapat menurunkan rasa percaya diri. Perasaan itu nampaknya muncul pada hampir semua perempuan yang memutuskan untuk berfokus menjadi ibu rumah tangga, meninggalkan karir yang telah dibangun sebelumnya.

Beruntungnya Komunitas Ibu Profesional hadir di tengah kegundahan hati, memunculkan definisi seorang ibu yang lebih berkelas karena profesionalismenya, tanpa memandang apakah ibu tersebut bekerja diranah publik maupun domestik. Tidak hanya menyediakan tahapan pembelajaran melalui Institut Ibu Profesionalnya, komunitas ini juga menyediakan kelas minat bagi para anggotanya yang telah berhasil melalui program matrikulasi. Berbagai pilihan kelas minat disediakan sesuai kapasitas pengurus Komunitas ini di tingkat kota. Selain sebagai media pemberdayaan diri, terdapat beberapa kelas minat yang juga membantu anggotanya untuk meninggalkan legacy - warisan yang bermanfaat, salah satunya adalah Kelas Minat Menulis.

Menulis adalah cara manusia bertutur lewat tulisan. Karya tertulis para pencatat sejarah pula yang mengenalkan kita mengenai apa yang terjadi pada peradaban sebelumnya dan mengambil pemahaman darinya. Bagi seorang muslim, “Hikmah adalah barang hilang milik orang beriman. Dimana saja ia temukan, ambillah sebagai pelajaran” (HR.Tirmidzi). Melalui aktivitas menulis inilah hikmah tercatat untuk diambil pelajaran. Meskipun membaca dan menulis merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki untuk memulai prosesi belajar, tidak semua manusia mampu merangkum hikmah dalam sebuah tulisan. Ada pengenalan simbol, pembentukan kata hingga pemaknaan kalimat yang terangkum dalam paragraph disana.

Bagi saya yang memutuskan untuk menjadi Stay at Home Mom, saya merasa aktivitas menulis inilah yang mampu menjadi legacy - warisan yang dapat saya berikan bagi umat, tanpa harus meninggalkan amanah utama saya saat ini sebagai Ibu Rumah Tangga. Maka kesempatan untuk bergabung dengan Kelas Minat Menulis tidak akan saya biarkan terlewatkan sia-sia. Harapan untuk bergabung dengan Kelas Minat Menulis ini menurut saya dapat dilihat dari dua manfaat utama menulis, yaitu bagi jiwa kita (internal) dan sekitar kita (eksternal). 

Dari sisi internal, kemampuan menulis dapat menjadi sarana perekaman memori dan penyaluran emosi yang cukup bersahabat. Pernahkah kita merasa tak mampu melakukan sesuatu tetapi pada kenyataannya kita berhasil hadir di garis finish? Bagaimana dulu saya memulainya ya? Apa yang menguatkan saya berjalan sejauh ini? Siapa yg pernah hadir dan mendukung saya ya? Pertanyaan-pertanyaan ini yang kerap mendorong saya untuk menulis, mencatat tiap fragmen kehidupan, agar tumbuh jiwa yang senantiasa bersyukur dan berterima kasih. Namun, menulis memoar bukan hanya perihal mencatat kenangan. Sayangnya, ia juga siap mengoyak segala emosi yang juga hadir dalam tiap peristiwa. Dan tidak semua manusia mampu memeluk berbagai emosi itu sebagai bagian dirinya yang utuh. Oleh karena itulah, ada secercah harap agar Kelas Minat Menulis mampu menuntun bagaimana menulis dapat sembuhkan luka juga rayakan bahagia, sepatutnya. Seperti yang dikatakan oleh Seno Gumira Ajidarma, “Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia”

Selain untuk diri sendiri, kemampuan menulis juga bermanfaat untuk orang lain., dengan ditunjang kemudahan akses teknologi saat ini. Menulis menjadi salah satu cara efektif berbagi informasi, bahkan membangun gerakan atau komunitas. Lihat saja berbagai tulisan yang viral pada media sosial. Mereka mendapatkan tempat di hati para pembacanya. Berbagai tema seakan memiliki pasarnya masing-masing. Perubahan perilaku umumnya mengikuti, seiring perkembangan pemahaman seseorang. Sayangnya, banyak juga tulisan yang 'seakan' memberitahukan kebenaran tetapi jauh dari kaidah benar itu sendiri. Hal itu bisa dilihat dari sumber tulisannya, cara penulis mengambil sudut pandang dan kesimpulan akhirnya. Hal ini juga lah yang saya harap ditumbuhkan di Kelas Minat Menulis, berupa kemampuan menulis topik umum yang tetap memperhatikan kaidah ilmiah penulisan karya tulis. Sudah sunnatullah hidup ini dikelilingi hal baik dan buruk. Jika kita tak mampu mencegah tulisan buruk menjadi viral, maka tugas kitalah memviralkan tulisan baik. 

Pada akhirnya, kemampuan menulis tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri sebagai pencatat kenangan, tetapi juga untuk orang lain sebagai sumber inspirasi. Dengan demikian, Kelas Minat Menulis sebagai wadah para ibu mengembangkan potensi menulisnya diharapkan mampu memfasilitasi potensi itu tumbuh subur dengan cara yang benar dan patut. Kelak, dimanapun ranah pengabdiannya, akan kita dapati para ibu berdaya membangkitkan peradaban yang jauh lebih baik melalui tulisan-tulisannya yang bernyawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar