Apa yang dikhawatirkan
dari seorang manusia yang telah terbiasa bergerak di ruang publik, kemudian
memutuskan untuk membatasi geraknya di luar sana dikarenakan ada amanah lain
yang jauh lebih besar untuk dipertanggungjawabkan di dalam rumah? Rasa berdaya.
Perasaan ketidakberdayaan karena merasa tidak berbuat apa-apa bagi masyarakat perlahan
tapi pasti dapat menurunkan rasa percaya diri. Perasaan itu nampaknya muncul
pada hampir semua perempuan yang memutuskan untuk berfokus menjadi ibu rumah
tangga, meninggalkan karir yang telah dibangun sebelumnya.
Beruntungnya Komunitas
Ibu Profesional hadir di tengah kegundahan hati, memunculkan definisi seorang
ibu yang lebih berkelas karena profesionalismenya, tanpa memandang apakah ibu
tersebut bekerja diranah publik maupun domestik. Tidak hanya menyediakan tahapan
pembelajaran melalui Institut Ibu Profesionalnya, komunitas ini juga
menyediakan kelas minat bagi para anggotanya yang telah berhasil melalui
program matrikulasi. Berbagai pilihan kelas minat disediakan sesuai kapasitas pengurus
Komunitas ini di tingkat kota. Selain sebagai media pemberdayaan diri, terdapat
beberapa kelas minat yang juga membantu anggotanya untuk meninggalkan legacy - warisan yang bermanfaat, salah
satunya adalah Kelas Minat Menulis.
Menulis adalah cara
manusia bertutur lewat tulisan. Karya tertulis para pencatat sejarah pula yang
mengenalkan kita mengenai apa yang terjadi pada peradaban sebelumnya dan mengambil
pemahaman darinya. Bagi seorang muslim, “Hikmah adalah barang hilang milik
orang beriman. Dimana saja ia temukan, ambillah sebagai pelajaran” (HR.Tirmidzi).
Melalui aktivitas menulis inilah hikmah tercatat untuk diambil pelajaran.
Meskipun membaca dan menulis merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki untuk
memulai prosesi belajar, tidak semua manusia mampu merangkum hikmah dalam
sebuah tulisan. Ada pengenalan simbol, pembentukan kata hingga pemaknaan
kalimat yang terangkum dalam paragraph disana.
Bagi saya
yang memutuskan untuk menjadi Stay at
Home Mom, saya merasa aktivitas menulis inilah yang mampu menjadi legacy - warisan yang dapat saya berikan
bagi umat, tanpa harus meninggalkan amanah utama saya saat ini sebagai Ibu
Rumah Tangga. Maka kesempatan untuk bergabung dengan Kelas Minat Menulis tidak
akan saya biarkan terlewatkan sia-sia. Harapan untuk bergabung dengan Kelas Minat
Menulis ini menurut saya dapat
dilihat dari dua manfaat utama menulis, yaitu bagi jiwa kita (internal) dan
sekitar kita (eksternal).
Dari sisi internal, kemampuan menulis dapat
menjadi sarana perekaman memori dan penyaluran emosi yang cukup bersahabat.
Pernahkah kita merasa tak mampu melakukan sesuatu tetapi pada kenyataannya kita
berhasil hadir di garis finish? Bagaimana dulu saya memulainya ya? Apa yang menguatkan
saya berjalan sejauh ini? Siapa yg pernah hadir dan mendukung saya ya?
Pertanyaan-pertanyaan ini yang kerap mendorong saya untuk menulis, mencatat
tiap fragmen kehidupan, agar tumbuh jiwa yang senantiasa bersyukur dan
berterima kasih. Namun, menulis memoar bukan hanya perihal mencatat kenangan.
Sayangnya, ia juga siap mengoyak segala emosi yang juga hadir dalam tiap
peristiwa. Dan tidak semua manusia mampu memeluk berbagai emosi itu sebagai
bagian dirinya yang utuh. Oleh karena itulah, ada secercah harap agar Kelas Minat Menulis mampu menuntun bagaimana menulis dapat
sembuhkan luka juga rayakan bahagia, sepatutnya. Seperti yang dikatakan oleh Seno
Gumira Ajidarma, “Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan
dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia”
Selain untuk diri sendiri, kemampuan menulis
juga bermanfaat untuk orang lain., dengan ditunjang kemudahan akses teknologi
saat ini. Menulis menjadi salah satu cara efektif berbagi informasi, bahkan
membangun gerakan atau komunitas. Lihat saja berbagai tulisan yang viral pada
media sosial. Mereka mendapatkan tempat di hati para pembacanya. Berbagai tema
seakan memiliki pasarnya masing-masing. Perubahan perilaku umumnya mengikuti,
seiring perkembangan pemahaman seseorang. Sayangnya, banyak juga tulisan yang
'seakan' memberitahukan kebenaran tetapi jauh dari kaidah benar itu sendiri.
Hal itu bisa dilihat dari sumber tulisannya, cara penulis mengambil sudut
pandang dan kesimpulan akhirnya. Hal ini juga lah yang saya harap ditumbuhkan
di Kelas Minat Menulis, berupa kemampuan menulis topik umum
yang tetap memperhatikan kaidah ilmiah penulisan karya tulis. Sudah sunnatullah
hidup ini dikelilingi hal baik dan buruk. Jika kita tak mampu mencegah tulisan
buruk menjadi viral, maka tugas kitalah memviralkan tulisan baik.
Pada akhirnya, kemampuan menulis tidak hanya
bermanfaat bagi diri sendiri sebagai pencatat kenangan, tetapi juga untuk orang
lain sebagai sumber inspirasi. Dengan demikian, Kelas Minat Menulis sebagai wadah para ibu mengembangkan
potensi menulisnya diharapkan mampu memfasilitasi potensi itu tumbuh subur
dengan cara yang benar dan patut. Kelak, dimanapun ranah pengabdiannya, akan kita
dapati para ibu berdaya membangkitkan peradaban yang jauh lebih baik melalui tulisan-tulisannya
yang bernyawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar