Jumat, 28 September 2018


Tiga Cara Semarakkan Tahun Baru Muharram-mu

Kalau selama ini kita terbiasa semangat menanti pergantian tahun di setiap malam 31 Desember, mungkin kita juga bisa kobarkan semangat yang sama di penghujung bulan Dzulhijjah, yaitu ketika hari Raya Kurban baru saja dilewati. Tepat setelah Dzulhijjah, datanglah bulan Muharram, tahun baru dalam kalender Islam yang perhitungannya mengikuti revolusi bulan, berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti perputaran matahari.

Memangnya apa istimewanya bulan Muharram ini? Sebelum penggunaan kalender khusus, Umat Islam menggunakan berbagai metode untuk menentukan waktu. Setelah Rasulullah wafat, khalifah kedua - Umar bin Khattab yang terkenal cerdas dan pemberani - mengusulkan system penanggalan yang seragam bagi Umat Islam. Maka diputuskanlah terbentuknya kalender Hijriyah yang dihitung berdasarkan waktu ketika Rasulullah berhijrah dari Mekah ke Madinah di tahun 622M. Selain itu, keistimewaan bulan Muharram ini bisa dilihat dari ayat berikut:
Surat at-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (mulia). Itulah (ketetapan) agama yang lurus." Keempat bulan utama itu terdiri dari Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan RajabNah, karena keutamaannya tersebut, terdapat larangan khusus di bulan Muharram, seperti dilarang berperang. Dan sebaliknya, beramal di bulan Muharram juga memiliki banyak nilai keutamaan seperti yang akan dibahas berikut. Apa saja sih kegiatan yang bisa membuat Muharram kita lebih semarak?

Pertama, lakukan puasa Assyura. Puasa ini jatuh pada hari kesepuluh di bulan Muharram. Keutaamaan berpuasa di hari Assyura bisa dilihat pada dua hadits berikut: “Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.“ (HR.Muslim). “…Dan puasa di hari “Asyura” saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu (HR. Muslim).

Selain berpuasa, tentu banyak sekali amalan kebaikan yang bisa kita lakukan di bulan mulia Muharram, salah satunya dengan menyantuni anak yatim. Di Indonesia, sering kita temukan istilah “Lebaran Anak Yatim” pada bulan Muharram. Meskipun kebaikan kita pada anak yatim sebaiknya tidak hanya pada bulan ini, setidaknya Muharram bisa kita jadikan momentum untuk beramal lebih dari biasanya pada anak-anak yang telah kehilangan orang tuanya.

Terakhir, kalau kita terbiasa menyusun resolusi menjelang letusan kembang api pertanda pergantian tahun Masehi, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk menyongsong Tahun Baru Islam?! Resolusi itu bisa diawali dengan mengevaluasi diri kita terlebih dahulu. Saatnya melihat kembali ke dalam diri. Apakah menurut kita, kita sudah menjadi hamba Allah yang baik, anak yang salih, pasangan hidup yang menentramkan, orang tua yang layak menjadi teladan bagi anak-anaknya, karyawan yang profesional dan evaluasi berbagai peran kita lainnya. Apresiasi segala kebaikan yang sudah ada, kemudian istighfar atas segala hal yang masih perlu diperbaiki, lalu bersegeralah menyusun strategi perbaikan diri. Tidak perlu muluk-muluk, bukankah sedikit kebaikan yang dilakukan rutin lebih baik dibandingan kebaikan yang hanya sesekali saja?! Mulai dari hal yang paling mudah untuk kita perbaiki, lalu tingkatkan perlahan, hingga kita sampai di titik kualitas diri yang kita harapkan.

Bagaimana, siap menyemarakkan Muharram-mu dengan amal dan resolusi hebat? Boleh loh di-share amalan unggulanmu di bulan Muharram ini atau resolusi menarikmu di tahun ini di kolom komentar. Semoga Muharram depan kan kita temui diri kita yang lebih baik dan beroleh ridha-Nya :)

Referensi dari berbagai sumber

Happy New Hijri Year 1440 (credit: iStock by Getty Images/AnnaPoguliaeva).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar