Tiga Cara Semarakkan Tahun Baru
Muharram-mu
Kalau selama ini kita terbiasa semangat
menanti pergantian tahun di setiap malam 31 Desember, mungkin kita juga bisa
kobarkan semangat yang sama di penghujung bulan Dzulhijjah, yaitu ketika hari
Raya Kurban baru saja dilewati. Tepat setelah Dzulhijjah, datanglah bulan
Muharram, tahun baru dalam kalender Islam yang perhitungannya mengikuti revolusi
bulan, berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti perputaran matahari.
Memangnya apa istimewanya bulan
Muharram ini? Sebelum penggunaan kalender khusus, Umat Islam menggunakan
berbagai metode untuk menentukan waktu. Setelah Rasulullah wafat, khalifah
kedua - Umar bin Khattab yang terkenal cerdas dan pemberani - mengusulkan system
penanggalan yang seragam bagi Umat Islam. Maka diputuskanlah terbentuknya kalender
Hijriyah yang dihitung berdasarkan waktu ketika Rasulullah berhijrah dari Mekah
ke Madinah di tahun 622M. Selain itu, keistimewaan bulan Muharram ini bisa
dilihat dari ayat berikut:
Surat at-Taubah ayat
36:
إِنَّ عِدَّةَ
الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ
الْقَيِّمُ
“Sesungguhnya jumlah
bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah
pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram
(mulia). Itulah (ketetapan) agama yang lurus." Keempat bulan utama itu terdiri
dari Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Nah, karena keutamaannya tersebut,
terdapat larangan khusus di bulan Muharram, seperti dilarang berperang. Dan
sebaliknya, beramal di bulan Muharram juga memiliki banyak nilai keutamaan
seperti yang akan dibahas berikut. Apa saja sih kegiatan yang bisa membuat
Muharram kita lebih semarak?
Pertama,
lakukan puasa Assyura. Puasa ini jatuh pada hari kesepuluh di bulan Muharram. Keutaamaan
berpuasa di hari Assyura bisa dilihat pada dua hadits berikut: “Puasa yang
paling utama setelah puasa bulan
ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharam, dan
sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.“
(HR.Muslim). “…Dan puasa
di hari “Asyura” saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa)
setahun yang lalu (HR. Muslim).
Selain berpuasa,
tentu banyak sekali amalan kebaikan yang bisa kita lakukan di bulan mulia Muharram,
salah satunya dengan menyantuni anak yatim. Di Indonesia, sering kita temukan
istilah “Lebaran Anak Yatim” pada bulan Muharram. Meskipun kebaikan kita pada
anak yatim sebaiknya tidak hanya pada bulan ini, setidaknya Muharram bisa kita jadikan
momentum untuk beramal lebih dari biasanya pada anak-anak yang telah kehilangan
orang tuanya.
Terakhir, kalau
kita terbiasa menyusun resolusi menjelang letusan kembang api pertanda pergantian
tahun Masehi, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk menyongsong
Tahun Baru Islam?! Resolusi itu bisa diawali dengan mengevaluasi diri kita
terlebih dahulu. Saatnya melihat kembali ke dalam diri. Apakah menurut kita,
kita sudah menjadi hamba Allah yang baik, anak yang salih, pasangan hidup yang
menentramkan, orang tua yang layak menjadi teladan bagi anak-anaknya, karyawan
yang profesional dan evaluasi berbagai peran kita lainnya. Apresiasi segala
kebaikan yang sudah ada, kemudian istighfar atas segala hal yang masih perlu diperbaiki,
lalu bersegeralah menyusun strategi perbaikan diri. Tidak perlu muluk-muluk,
bukankah sedikit kebaikan yang dilakukan rutin lebih baik dibandingan kebaikan
yang hanya sesekali saja?! Mulai dari hal yang paling mudah untuk kita
perbaiki, lalu tingkatkan perlahan, hingga kita sampai di titik kualitas diri
yang kita harapkan.
Bagaimana,
siap menyemarakkan Muharram-mu dengan amal dan resolusi hebat? Boleh loh
di-share amalan unggulanmu di bulan Muharram ini atau resolusi menarikmu di
tahun ini di kolom komentar. Semoga Muharram depan kan kita temui diri kita
yang lebih baik dan beroleh ridha-Nya :)
Referensi dari berbagai sumber
Happy New Hijri Year 1440 (credit: iStock by Getty Images/AnnaPoguliaeva).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar