Jika memang ada pernyataan bahwa games "Mengenal Tentang Kamu" dalam Kelas Menulis Ibu Profesional Depok adalah tentang mendapatkan pasangan yang "seirama", rasanya pernyataan tersebut cukup tepat menggambarkan kondisi saya dan partner MTK saya.
Namanya Mba Putri Rahmayati, atau biasa dipanggil Puput. Wanita kelahiran Jakarta, 2 Maret 1989 ini memang lebih muda setahun dari saya, namun dengan pengalamannya mengurus dua putra dengan usia yang sudah lebih besar dari putri saya, saya seperti menemukan satu lagi sumber inspirasi parenting. Maka pertemuan dan diskusi selanjutnya merupakan lahan menggali ilmu bagi saya.
Iya, kami sama-sama berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga, profesi yang awalnya tak terpikirkan oleh kami ketika di bangku sekolah. Namun, seiring dengan perjalanan hidup dan pemahaman yang terus bertumbuh, kami memutuskan untuk bersungguh-sungguh mendedikasikan diri, ilmu dan bakti, pada keluarga kecil kami, saat ini. Karena tidak menutup kemungkinan, saat anak-anak telah mandiri kelak, kebermanfaatan diri dan keluarga kami dapat meluas, menyentuh sisi-sisi yang tak terjangkau sebelumnya. Seperti hipotesis yang diajukan oleh Pa Dodik pada Ibu Septi, founder Institut Ibu Profesional (IIP), "Bersabarlah dan bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, niscaya kamu akan keluar dengan kesungguhan itu. Tidak ada hukum terbalik". Tentu keputusan ini bukan perkara mudah, khususnya bagi keluarga kami, mengingat kami dibesarkan dengan pemahaman bahwa kesuksesan ditunjukkan pada pencapaian karir.
Meskipun demikian, Mba Puput dengan bekal keilmuannya di jurusan Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) mampu menunjukkan bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga juga merupakan profesi yang mulia dan patut diperjuangkan. Dedikasinya untuk menyelenggarakan home education bagi kedua putranya tidak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai kegiatan menarik nan edukatif telah dilakukan keluarga mereka, seperti berkunjung ke kandang sapi, berlatih membuat telur gulung, mencuci sepatu, berwudhu di masjid, dsb. Anak-anaknya pun cenderung menuruti Bundanya tanpa paksaan atau suara tinggi, melainkan dengan komunikasi produktif yang disertai penjelasan logis mengapa sesuatu boleh dilakukan, mengapa yang lain tidak dan apa konsekuensi jika melanggarnya. Sungguh, sebuah pelajaran yang berharga bagi saya yang masih merangkak mempelajari ilmu menjadi orang tua.
Maka tak heran, homeschooling menjadi pilihan keluarga Mba Puput dalam mendidik anak-anaknya. Meskipun awalnya gamang dalam memutuskan hal tersebut, ternyata keterlibatannya dalam perkuliahan di Kelas Bunda Sayang IIP justru menjadi batu pijakan merealisasikan idealisme homeschooling impiannya. Walaupun belum membuat kurikulum khusus homeschooling, Mba Puput fokus pada menyediakan aktivitas bermain yang bahagia, mempererat ikatan keluarga, melatih life skill dan mempertajam visi misi keluarga. Kini, selain sebagai fasilitator homeschooling anak-anaknya, Mba Puput juga aktif di blog dan vlog Youtube untuk mendokumentasikan aktivitas keluarga mereka dan memetakan minat dan bakat anak-anaknya. Tertarik mencari tahu lebih jauh? Bisa kunjungi http://puputpembelajar.blogspot.com/ atau https://www.youtube.com/channel/UC1s_bAuwApxvPj9tFO9eGGA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar